PMT Program Dana Desa 2024 Salur 3 di POSKESDES Pekon Gadingrejo

12 Juni 2024
DIAS BAYU DANUARTA
Dibaca 19 Kali
PMT Program Dana Desa 2024 Salur 3 di POSKESDES Pekon Gadingrejo

PMT Program Dana Desa 2024 Salur 3 di POSKESDES Pekon Gadingrejo

Pada tanggal 10 Juni 2024, POSKESDES Pekon Gadingrejo mengadakan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang merupakan bagian dari Program Dana Desa Salur 3 tahun 2024. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi ibu hamil (bumil), balita, dan mencegah terjadinya stunting di wilayah Pekon Gadingrejo.

Penyuluhan untuk Calon Pengantin (Catin), Ibu Hamil (Bumil), dan Balita

Selain pembagian makanan tambahan, kegiatan ini juga mencakup penyuluhan kesehatan yang ditujukan kepada calon pengantin (catin), ibu hamil (bumil), dan balita. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan perawatan kesehatan yang baik.

  1. Penyuluhan untuk Calon Pengantin (Catin):

    • Menekankan pentingnya perencanaan kehamilan dan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah.
    • Informasi tentang asupan gizi yang diperlukan untuk mempersiapkan kehamilan.
    • Pencegahan penyakit menular seksual dan pentingnya pemeriksaan kesehatan pranikah.
  2. Penyuluhan untuk Ibu Hamil (Bumil):

    • Menyediakan informasi tentang gizi seimbang yang diperlukan selama kehamilan.
    • Pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin di fasilitas kesehatan.
    • Tips menjaga kesehatan mental dan fisik selama masa kehamilan.
  3. Penyuluhan untuk Balita:

    • Mengedukasi tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama.
    • Informasi tentang pengenalan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang bergizi.
    • Pentingnya imunisasi dan pemeriksaan kesehatan rutin untuk balita.

Fokus pada Pencegahan Stunting

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia yang dapat berdampak jangka panjang pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu, dalam kegiatan ini, pencegahan stunting menjadi salah satu fokus utama. Edukasi diberikan kepada para ibu mengenai pentingnya asupan gizi yang cukup selama kehamilan dan masa pertumbuhan anak. Selain itu, melalui PMT, balita yang berisiko stunting diberikan makanan tambahan yang kaya nutrisi.

Kunjungan dari Program Kesehatan Keluarga dan Gizi

Kegiatan PMT ini juga didukung oleh kunjungan berbagai pihak dari tingkat provinsi hingga desa, yang menunjukkan komitmen kuat dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Pihak-pihak yang hadir antara lain:

  1. Dinas Kesehatan Provinsi Lampung:

    • Melalui program Kesehatan Keluarga dan Gizi, memberikan arahan dan dukungan teknis untuk keberhasilan pelaksanaan PMT.
  2. Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah):

    • Menyediakan panduan tentang pentingnya perencanaan yang baik dalam program kesehatan masyarakat.
  3. Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu:

    • Aktif dalam koordinasi dan pelaksanaan program kesehatan keluarga, gizi, dan promosi kesehatan di wilayah Pringsewu.
  4. Pihak Kecamatan Gadingrejo:

    • Diwakili oleh Ibu Camat, yang memberikan dukungan penuh terhadap program kesehatan yang dijalankan di pekon ini.
  5. PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana):

    • Memberikan edukasi dan dukungan terkait program keluarga berencana dan kesehatan reproduksi.
  6. Kepala Pekon Bapak Sariman dan Perangkat Desa:

    • Memberikan dukungan administratif dan sosial untuk kelancaran pelaksanaan program PMT.

Dengan adanya kegiatan PMT Program Dana Desa Salur 3 di POSKESDES Pekon Gadingrejo ini, diharapkan dapat meningkatkan status gizi ibu hamil, balita, dan mencegah stunting di wilayah tersebut. Dukungan dari berbagai pihak mulai dari dinas kesehatan, Bappeda, kecamatan, PLKB, hingga perangkat desa menunjukkan bahwa upaya peningkatan kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi yang kuat.

Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung berupa peningkatan status gizi, tetapi juga memberikan edukasi penting yang dapat memberdayakan masyarakat dalam menjaga kesehatan mereka sendiri dan keluarganya. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi contoh yang baik bagi pekon-pekon lain dalam mengatasi masalah kesehatan dan gizi di wilayah masing-masing, serta berkontribusi dalam pencapaian tujuan pembangunan kesehatan nasional.